Senin, 2 November 2026 · 04:31 WIB
Peristiwa

Pemkot Semarang Salurkan Insentif kepada 9.992 Guru Agama dan Pelayan Umat

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Semarang menyalurkan insentif atau bisyaroh kepada 9.992 guru agama dan pelayan umat pada 2026. Jumlah penerima naik 3.420 orang atau 52,04 persen dibandingkan 2025, ya

Diperbarui

Pemkot Semarang Salurkan Insentif kepada 9.992 Guru Agama dan Pelayan Umat

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Semarang menyalurkan insentif atau bisyaroh kepada 9.992 guru agama dan pelayan umat pada 2026. Jumlah penerima naik 3.420 orang atau 52,04 persen dibandingkan 2025, yang tercatat sebanyak 6.572 orang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan pesantren berperan strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Menurut dia, santri perlu memiliki ilmu agama dan akhlak yang kuat, sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menghadapi tantangan zaman.

Agustina menyebut penambahan penerima sebagai bentuk perhatian pemerintah kota kepada para pengabdi keagamaan. Mereka berperan dalam pendidikan, pembinaan moral, dan kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mendorong pesantren di Kota Semarang berkembang sebagai pusat pembentukan generasi unggul, pemberdayaan masyarakat, dan kemandirian ekonomi. Pesantren diharapkan menghasilkan generasi berilmu, mandiri, kreatif, serta peduli terhadap persoalan masyarakat.

"Pesantren ibarat mata air yang terus memberi kehidupan. Dari sana lahir generasi yang membawa ilmu ke berbagai bidang, mengabdi kepada masyarakat, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa," katanya.

Pelaksana Tugas Asisten II Sekretariat Daerah Kota Semarang Yudi Hardianto Wibowo mengatakan peningkatan bisyaroh merupakan salah satu program yang berdampak langsung pada kesejahteraan guru agama. Ia menyampaikan hal itu dalam Istighosah Akbar dan Napak Tilas Sejarah Santri Kota Semarang di Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong, Mangkang.

Penerima insentif guru Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ) bertambah dari 3.000 menjadi 4.000 orang. Sementara itu, jumlah guru madrasah diniyah (madin) naik dari 1.000 menjadi 1.390 orang, sedangkan penerima dari kalangan guru Sekolah Minggu meningkat dari 250 menjadi 1.000 orang.

Insentif juga diberikan kepada 1.000 perawat jenazah atau modin, serta 885 marbot dan petugas kemakmuran masjid. Pada 2026, cakupan penerima diperluas dengan memasukkan enam pendidik keagamaan Buddha dan 320 tenaga pendidik yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA).

Yudi mengatakan perhatian terhadap pendidik keagamaan dan pelayan umat merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan dan pelayanan keagamaan di Kota Semarang. Pengabdian mereka dirasakan masyarakat di ruang kelas, lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan kehidupan sosial.

Kegiatan bertema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" itu diikuti sekitar 2.700 peserta. Mereka terdiri atas 2.600 santri dan jemaah serta 100 tamu undangan, termasuk Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom, jajaran Forkopimda, dan sejumlah tokoh agama.

Bagikan