Senin, 2 November 2026 · 04:10 WIB
Peristiwa

Pemkot Pekalongan Catat 74 Kasus Kebakaran hingga September 2026

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Pekalongan mencatat 74 kasus kebakaran, mulai dari insiden berskala kecil hingga besar, sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan P

Diperbarui

Pemkot Pekalongan Catat 74 Kasus Kebakaran hingga September 2026

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Pekalongan mencatat 74 kasus kebakaran, mulai dari insiden berskala kecil hingga besar, sepanjang Januari hingga September 2026.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan, Taufiqu Rochman, mengatakan menjaga warga dari ancaman kebakaran bukan tugas mudah. Namun, ia menyebut petugas telah menangani berbagai insiden yang melibatkan bangunan, lahan, dan objek lainnya.

"Akan tetapi, kami berhasil membuktikan dedikasi tinggi dengan penanganan optimal terhadap berbagai insiden kebakaran yang mencakup obyek bangunan, lahan, hingga kategori lainnya," katanya di Pekalongan, Minggu.

Menurut Taufiqu, jumlah kejadian berfluktuasi dan mencapai puncak pada pertengahan tahun. Ia mengatakan kesigapan petugas di lapangan perlu terus ditingkatkan, meski mereka menghadapi perubahan cuaca dan berbagai tantangan.

Berdasarkan infografis 2026, jumlah kasus tercatat tujuh pada Januari, empat pada Februari, tiga pada Maret, enam pada April, empat pada Mei, sembilan pada Juni, 15 pada Juli, 10 pada Agustus, dan 16 pada September. Objek yang ditangani didominasi area lahan dan bangunan, sedangkan sebagian kecil merupakan objek lain.

Didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Informasi Falentino Eka Laksana Putra, Taufiqu menyebut penanganan kejadian didukung kesiapan personel selama 24 jam dan meningkatnya kesadaran masyarakat.

"Kami bersyukur, berkat kesigapan tim serta kecepatan laporan dari masyarakat, setiap kejadian kebakaran, baik itu yang melanda bangunan maupun lahan dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat sehingga tidak sampai menimbulkan dampak yang lebih luas," katanya.

Ia mengatakan tingginya jumlah kejadian pada Juli, Agustus, dan September berkaitan dengan musim kemarau yang rawan memicu titik api, terutama di lahan terbuka. Untuk mencegah kebakaran, pihaknya terus mengadakan sosialisasi, edukasi tanggap darurat di sekolah dan instansi, serta pelatihan bagi relawan dan masyarakat.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus waspada, tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, serta segera menghubungi layanan darurat Damkar apabila mendapati potensi bahaya kebakaran di sekitar mereka," katanya.

Bagikan