Senin, 2 November 2026 · 02:44 WIB
Peristiwa

Pemkot Pekalongan Dorong Penataan Permukiman dan Rehabilitasi RTLH

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong peningkatan kualitas permukiman melalui penataan kawasan kumuh dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Upaya ini ditujukan un

Pemkot Pekalongan Dorong Penataan Permukiman dan Rehabilitasi RTLH

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendorong peningkatan kualitas permukiman melalui penataan kawasan kumuh dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Upaya ini ditujukan untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, tertata, sekaligus mendukung kesejahteraan warga.

Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab menyampaikan apresiasi kepada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri RI dan Koso Nippon Jepang atas dukungan serta kerja sama dalam kegiatan penataan permukiman. Hal itu disampaikan di Pekalongan, Minggu.

“Kami berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan di Kota Pekalongan,” katanya.

Menurut Balgis, penataan kawasan kumuh dan rehabilitasi RTLH merupakan bagian penting dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Keberhasilan pembangunan, ujarnya, tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari manfaat nyata bagi warga, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Penataan kawasan kumuh, lanjutnya, perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan sanitasi, drainase, akses air bersih, pengelolaan sampah, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Adapun rehabilitasi RTLH bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membantu warga memperoleh tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak.

“Evaluasi harus menjadi sarana pembelajaran agar kebijakan dan program pembangunan ke depan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Balgis berharap penataan kawasan kumuh dan rehabilitasi RTLH dapat terintegrasi dengan program sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, penanganan banjir dan rob, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dengan pendekatan tersebut, pembangunan permukiman tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.

Bagikan