JATENGNIH.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim mengajak masyarakat Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang dan tidak terprovokasi menyusul pembakaran warung mi babi serta penggeledahan pondok pesantren.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” kata Gus Kikin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Masyarakat juga diminta mengutamakan dialog dan menghindari tindakan main hakim sendiri.
“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan dengan dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah belah,” ujarnya.
Gus Kikin mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, memberi stigma kepada kelompok atau lembaga tertentu, serta mengaitkan tindakan perorangan dengan agama tertentu.
“Yang kita jaga bukan hanya keamanan hari ini, tetapi juga persaudaraan untuk masa depan. Jangan sampai persoalan ini merusak kerukunan yang selama ini sudah terbangun dengan baik,” katanya.
Ia juga meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. Penegakan hukum, menurut dia, perlu tetap memperhatikan hak warga, termasuk perlindungan bagi perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.