JATENGNIH.COM - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kreatif untuk menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan di Solo.
Hal itu disampaikan Astrid saat menjadi narasumber dalam Talkshow M Bloc Design Week (MBDW) 2026 di Studio Lokananta, Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/10). Ia memaparkan kondisi serta tantangan pengelolaan sampah di kota tersebut.
Astrid mengatakan, persoalan sampah tidak bisa ditangani hanya dengan mengangkut dan mengolahnya. Perubahan perilaku masyarakat, termasuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya, juga diperlukan.
“Pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama. Kita perlu membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, mengurangi sampah yang dihasilkan, serta mendorong inovasi agar material yang masih bisa dimanfaatkan tidak langsung berakhir sebagai limbah,” ujar Astrid.
MBDW 2026 merupakan festival desain tahunan yang digelar untuk kelima kalinya. Tahun ini, acara berlangsung pada 23 Oktober hingga 1 November 2026 di enam kota dengan tujuh lokasi, termasuk Lokananta Bloc di Surakarta.
Festival yang mengusung tema Daur Rupa itu mengajak masyarakat memandang desain bukan hanya dari bentuk dan estetika, tetapi juga dari cara material, benda, dan ruang dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan. Kegiatan ini mempertemukan desainer, arsitek, pelaku industri kreatif, komunitas, dan masyarakat melalui pameran, diskusi, serta program kolaboratif.
Selain sesi bersama Astrid, talkshow di Lokananta menghadirkan pembahasan Membaca Kota dari Perspektif Komunitas bersama Kota Kita. Sesi tersebut mengulas persoalan perkotaan dan ruang publik dari sudut pandang warga.
Sesi Ketika Sampah Menjadi Persoalan Desain bersama SOC membahas pendekatan desain untuk menangani persoalan sampah, mendorong perubahan perilaku, dan menghadirkan solusi yang dapat diterapkan. Diskusi itu juga menyoroti peluang ekonomi kreatif dari pengolahan material sampah menjadi produk baru bernilai ekonomi.
Berbagai sudut pandang tersebut dibahas dalam sesi Cross Talk yang mengulas peluang kerja sama antara pemerintah, komunitas, praktisi desain, dan sektor ekonomi kreatif. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman Open Call Desain Tempat Sampah Pilah untuk mendorong inovasi desain fasilitas pemilahan sampah.
Usai menjadi narasumber, Astrid mengunjungi sejumlah booth kreatif di area pameran. Beragam karya di sana memanfaatkan material yang dapat digunakan kembali menjadi produk dengan fungsi dan nilai guna baru, termasuk mebel seperti kursi dan meja serta produk kreatif lainnya.
Astrid mengapresiasi karya-karya tersebut. Menurutnya, pemanfaatan kembali material bekas dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif melalui produk bernilai tambah.
Astrid tampil dalam sesi pembuka bertajuk Melihat Kota: Dari Sumber ke Kota yang berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB. Diskusi itu membahas persoalan perkotaan, terutama pengelolaan sampah dari sumber hingga pemanfaatannya kembali.