Senin, 2 November 2026 · 07:29 WIB
Peristiwa

BPBD Banyumas Catat 21 Kejadian Banjir dan Longsor

JATENGNIH.COM - BPBD Kabupaten Banyumas menangani dan mengkaji dampak banjir serta tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah akibat hujan pada Sabtu dini hari. Hingga pukul 08.47 WIB, tercatat 21

Diperbarui

BPBD Banyumas Catat 21 Kejadian Banjir dan Longsor

JATENGNIH.COM - BPBD Kabupaten Banyumas menangani dan mengkaji dampak banjir serta tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah akibat hujan pada Sabtu dini hari. Hingga pukul 08.47 WIB, tercatat 21 kejadian bencana, terdiri atas 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas Abdul Ladjis mengatakan, petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui dampak dari kejadian tersebut. “Petugas BPBD Kabupaten Banyumas saat ini masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari kejadian bencana tersebut,” katanya di Purwokerto, Sabtu.

Kejadian bencana dilaporkan tersebar di Kecamatan Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, dan Rawalo. Jenis kejadian yang dilaporkan mencakup longsor, banjir akibat luapan sungai, tanggul jebol, talud longsor, serta pohon tumbang yang menutup akses jalan.

Longsor terjadi di antaranya di Desa Klinting, Kecamatan Somagede; Desa Canduk, Kecamatan Lumbir; dan Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang. Longsor juga dilaporkan di sejumlah lokasi, termasuk fasilitas pendidikan SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.

Banjir akibat luapan sungai terjadi di Desa Gerduren, Kecamatan Purwojati; Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon; serta sekitar SMP Negeri Wangon. Tanggul Sungai Jimblem di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, dilaporkan jebol, sementara pohon tumbang menutup jalan raya di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.

Abdul Ladjis menyebut petugas masih mengkaji kondisi di lokasi untuk mengetahui tingkat kerusakan dan dampak bencana. “Adapun kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana masih dalam proses pendataan seiring dengan asesmen yang dilakukan petugas di lapangan,” katanya.

Bagikan