JATENGNIH.COM - Sebanyak 943 mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta mencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai peserta terbanyak dalam transaksi pembelian ETF Emas serentak. Pencapaian ini menjadikan UIN Raden Mas Said sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri pertama yang melakukan transaksi pembelian produk tersebut.
Rekor itu diraih melalui kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bursa Efek Indonesia (BEI) Jateng 2 dan Madiun Raya, serta Indo Premier Sekuritas (IPOT).
Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak penting bagi pengembangan literasi dan inklusi keuangan di perguruan tinggi keagamaan. Menurut dia, rekor itu juga mencerminkan kolaborasi antara dunia pendidikan, regulator, dan industri pasar modal untuk menghadirkan edukasi keuangan yang aplikatif.
Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 sekaligus mendukung program Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Kepala OJK Solo Muhammad Mufid mengapresiasi kerja sama seluruh pihak. Ia mengatakan transaksi bersama itu memberi mahasiswa pengalaman mengenal ETF Emas, selain saham, reksa dana, dan obligasi.
ETF Emas merupakan produk reksa dana dengan aset dasar berupa emas fisik, sementara unit penyertaannya diperdagangkan di BEI seperti saham. Produk ini memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli, menyimpan, atau mengamankan emas fisik sendiri. Transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi perdagangan saham yang terhubung dengan bursa selama jam perdagangan.
Sebelum bertransaksi, 1.000 mahasiswa FEBI mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) dari BEI. Kepala Kantor BEI Jateng 2 dan Madiun Raya Muhammad Wira Adibrata menekankan pentingnya pemahaman sebelum berinvestasi agar mahasiswa tidak membeli produk karena FOMO, melainkan memahami risiko dan potensi keuntungannya.
Dari 1.000 mahasiswa tersebut, 943 berhasil melakukan pembelian. Wira mengatakan pemeriksaan MURI berlangsung ketat dan jumlah yang dihitung adalah peserta yang berhasil bertransaksi dalam waktu yang telah ditentukan.
Edukasi itu menghadirkan tiga narasumber dari lembaga yang terlibat dalam ekosistem pasar modal. Candra Halim Ash Shiddiq dari OJK Solo membahas literasi keuangan, pengenalan investasi, serta pentingnya berinvestasi secara bijak dan bertanggung jawab. Grace Putri Sejati, CSA, CFP, Product Development 2 Senior Analyst BEI, menjelaskan ETF Emas, karakteristiknya, dan mekanisme perdagangan. Sementara itu, Branch Manager Indo Premier Solo Wisnu R. Putro memaparkan cara membeli ETF Emas melalui aplikasi IPOT.
Penghargaan MURI diserahkan pada Sabtu (24/10) dalam puncak Bulan Inklusi Keuangan Solo Raya di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Kabupaten Sragen. Acara itu dihadiri Bupati Sragen, perwakilan OJK, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), dan masyarakat Sragen. Momen tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas kolaborasi lintas sektor dalam menggelar edukasi investasi yang melibatkan perguruan tinggi keagamaan negeri.