JATENGNIH.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong penguatan kelembagaan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Tainan, Taiwan, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI). Upaya ini ditujukan untuk mendukung keberlanjutan dakwah dan pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah di tingkat internasional.
Kegiatan bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kapasitas Organisasi PRIM Tainan melalui AIK untuk Membangun Ekosistem Filantropi Muhammadiyah yang Berkelanjutan” itu berlangsung di FKKBWIT Meeting Room, Tainan. Program mencakup peningkatan kapasitas kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE., mengatakan program tersebut merupakan kontribusi UMS untuk mendukung organisasi Muhammadiyah di lingkungan diaspora Indonesia.
“Program ini menjadi bentuk kontribusi UMS dalam mendukung pengembangan organisasi Muhammadiyah di lingkungan diaspora Indonesia. PRIM Tainan sendiri memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan, dakwah, silaturahmi, dan kegiatan sosial bagi warga Muhammadiyah di Taiwan, yang terdiri atas mahasiswa, pekerja migran Indonesia, hingga keluarga Indonesia,” ujarnya, Kamis.
Tim pengabdian UMS mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu diperkuat, termasuk perencanaan strategis, pembagian tugas dan tanggung jawab pengurus, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta mekanisme evaluasi program kerja.
Dalam kegiatan itu, Muzakar menyampaikan materi tentang penguatan kelembagaan PCIM dan PRIM sebagai wadah dakwah dan amal. Ia menjelaskan Muhammadiyah merupakan organisasi modern yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah serta mengembangkan semangat Islam Berkemajuan melalui dakwah, tajdid, ilmu, dan amal nyata.
Muzakar juga memperkenalkan pendekatan 3J, yaitu Jamaah, Jam’iyah, dan Jariyah, sebagai kerangka penguatan organisasi. Jamaah berfokus pada kualitas individu dan kebersamaan anggota melalui kajian, pembinaan, silaturahmi, serta pemetaan potensi warga.
Adapun Jam’iyah menekankan penguatan organisasi lewat pembagian peran yang jelas, pengembangan kader, penyusunan program kerja, dan perluasan kolaborasi. Sementara Jariyah diarahkan pada pengembangan kegiatan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti beasiswa, bantuan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan pendekatan tersebut, PRIM Tainan diharapkan berkembang bukan hanya sebagai tempat berkumpul warga Muhammadiyah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Taiwan.
Pengabdian ini turut menyoroti pengembangan ekosistem filantropi Muhammadiyah melalui sinergi PRIM dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU). Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terarah dinilai dapat mendukung program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan penguatan ekosistem filantropi, aktivitas sosial diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi program yang mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan warga Indonesia di Taiwan,” tegas Muzakar.
Ia berharap kerja sama UMS dan PRIM Taiwan terus berkembang di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas kontribusi Muhammadiyah bagi komunitas diaspora Indonesia sekaligus memperkuat manfaat gerakan Muhammadiyah di tingkat internasional.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen lintas bidang keilmuan dan mahasiswa UMS. Tim dipimpin Muzakar dari bidang Manajemen Strategi, dengan anggota Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I. dan Alfiyatul Azizah, Lc., M.Ud. dari bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta Candra Kusuma Wardana, S.E., M.B.A. dan Imam Riefly Aditomo, S.M., M.B.A. dari bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
Kolaborasi lintas disiplin itu diharapkan menghadirkan pendampingan menyeluruh dalam aspek manajerial, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan ideologi dan nilai organisasi. Program ini didukung pendanaan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 513.8/DRPPS/A3.9/VIII/2026.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (29/9/2026) itu diharapkan mendorong PRIM Tainan membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan. Penguatan perencanaan strategis, kapasitas pengurus dan kader, serta internalisasi nilai-nilai AIK diharapkan menjadi landasan bagi program dakwah dan pemberdayaan yang lebih terarah dan terukur.