JATENGNIH.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,83 persen secara tahunan (y-on-y) pada triwulan III 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II 2026 yang sebesar 5,75 persen.
Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said mengatakan di Semarang, Kamis, bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2026 mencapai Rp542.491,64 miliar.
Dari sisi produksi, pertumbuhan PDRB tertinggi tercatat pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, yakni 14,06 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, kenaikan terbesar terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 13,28 persen.
Industri pengolahan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar dalam struktur ekonomi Jawa Tengah, yakni 34,05 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan kontribusi sebesar 58,76 persen.
Ali menyebut satu dari 17 lapangan usaha mengalami kontraksi, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan yang turun 0,13 persen. Jawa Tengah juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar keempat di Pulau Jawa, dengan kontribusi 14,57 persen.