JATENGNIH.COM - Siswa SMPN 6 Jepara memperkenalkan seni ukir dan batik kepada para diplomat asing dalam acara “The Diplomatic Forum Jepara 2026”, Rabu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari promosi produk ukir Jepara.
Para diplomat menyaksikan siswa mempraktikkan seni ukir dan membatik. Mereka juga mencoba mengukir sebelum berkunjung ke Museum Ukir yang berada di lingkungan sekolah.
Kunjungan itu turut memperkenalkan sejarah SMPN 6 Jepara, yang bermula sebagai Sekolah Teknik Ukir pada 1956. Kepala SMPN 6 Jepara Siti Rosiyanah mengatakan sekolah tersebut dahulu mengajarkan keterampilan perkayuan dan seni ukir tradisional.
Meski kini berstatus sekolah menengah pertama, menurut Siti, sekolah tetap melestarikan keterampilan tersebut melalui kegiatan seni ukir kayu dan batik. “Teach, practice, and pass them on,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Jepara Ratib Zaini berharap kunjungan itu membuka peluang kerja sama pendidikan lintas negara, termasuk pertukaran siswa dan guru, kolaborasi di bidang pendidikan dan kebudayaan, serta peningkatan kemampuan bahasa asing.
Ratib juga mengingatkan para siswa agar tetap menjaga budaya di tengah upaya memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Jangan melupakan sejarah, budaya, dan jati diri bangsa kita,” pesannya.
Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia HE Sten Frimodt Nielsen mengapresiasi sambutan dan keterampilan yang ditunjukkan para siswa. Ia menilai pendidikan perlu berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya.
“Anda adalah masa depan bangsa Indonesia,” ujarnya. Sten juga mengingatkan siswa untuk terus meningkatkan kemampuan tanpa melupakan akar kebudayaan.
Dalam kunjungan tersebut, Sten turut mencoba mengukir bersama siswa. Ia juga terkesan dengan pesan mengenai pentingnya berlatih secara berkelanjutan untuk menguasai keterampilan tradisional.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar berharap Octofest 2026 membuka peluang perdagangan dan kemitraan internasional bagi industri mebel, seni ukir, serta kerajinan lokal. Ia mengajak para diplomat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha untuk menjajaki peluang pasar, investasi, dan transfer pengetahuan.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berkembang menjadi hubungan bisnis dan kerja sama yang konkret serta berkelanjutan,” ujarnya.