JATENGNIH.COM - Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 mengumumkan penerima penghargaan dalam malam penganugerahan di Jakarta, Rabu. Ajang yang mengusung tema “Ruang Nada Nusantara” itu menghadirkan 67 kategori untuk mengapresiasi beragam genre dan karya musik Indonesia.
Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) menyelenggarakan acara tersebut dengan dukungan penuh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Berikut daftar lengkap penerima AMI Awards 2026.
Bidang Pop: Artis Solo Wanita Pop Terbaik diraih Bernadya lewat “Rabun Jauh”; Artis Solo Pria Pop Terbaik oleh Tulus lewat “The Hijau”; Duo/Grup Pop Terbaik oleh Perunggu lewat “Pikiran Yang Matang”.
Pencipta Lagu Pop Terbaik diberikan kepada Putra Permana dan Ari Lesmana untuk “Sesi Potret”; Penata Musik Pop Terbaik kepada Yoseph Sitompul untuk “Teh Hijau”; Album Pop Terbaik kepada Raim Laode untuk “iqro'” (Produksi Halemia).
Bidang Rock: Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik diraih For Revenge dan Stand Here Alone lewat “uKYdS”; Album Rock Terbaik diberikan kepada Black Horses untuk “Jahanam” (Produksi FireFly Records).
Bidang Jazz: Artis Jazz Terbaik diraih Tohpati Bigband lewat “Secret Agent”; Artis Jazz Alternatif Terbaik oleh Societeit de Harmonie lewat “Petir”; Album Jazz/Jazz Alternatif Terbaik diberikan kepada Societeit de Harmonie untuk “Ungkapan” (Produksi Kuatimane Records).
Bidang Soul/R&B: Artis Solo Soul/R&B Terbaik diraih Afgan lewat “Kacamata”; Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Terbaik oleh Thee Marloes lewat “I'd Be Lost”.
Bidang Soul/R&B Alternatif: Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik diberikan kepada Andien lewat “Jatuh Pelan”; Duo/Grup/Kolaborasi Soul/R&B Alternatif Terbaik kepada Galdive lewat “20 Weeks”.
Bidang Dangdut: Artis Solo Wanita Dangdut Terbaik diraih Lesti lewat “Kura Kura Dalam Perahu”; Artis Solo Pria Dangdut Terbaik oleh Rhoma Irama lewat “Senyum”; Artis Solo Dangdut Alternatif Terbaik oleh Selfi Yamma lewat “Pelukan Nyata”.
Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut Terbaik diberikan kepada Mila DA7 dan Valen DA7 untuk “Meleleh Bahagia”; Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dangdut Elektro Terbaik kepada Akbar Chalay dan Mingse untuk “Astaga Bercanda”.
Pencipta Lagu Dangdut Terbaik diraih Adibal lewat “Kura Kura Dalam Perahu”; Penata Musik Dangdut Terbaik oleh Yusup Tojiri untuk lagu yang sama.
Bidang Lagu Anak-anak: Artis Solo Anak-anak Terbaik diraih Etenia Croft lewat “Sahabat Terbaik”; Duo/Grup/Kolaborasi Anak-anak Terbaik oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman lewat “Rukun Sama Teman”.
Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik diberikan kepada Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro untuk “Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi) [Original Soundtrack from "Na Willa"]”; Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik kepada Dwiki Dharmawan untuk “Rukun Sama Teman”.
Bidang Alternatif: Artis Solo Alternatif Terbaik diraih Kunto Aji lewat “Berani”; Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik oleh Dongker dan Jason Ranti lewat “Disarankan Di Bandung”; Album Alternatif Terbaik kepada Reality Club untuk “Who Knows Where Life Will Take You?” (Produksi Reality Club/Universal Music Indonesia).
Bidang Keroncong: Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Asli Terbaik diraih Amrih Basuki Purnomo lewat “Langgam Telaga Sarangan”; Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Ekstra/Alternatif Terbaik oleh Krontjong Toegoe lewat “Jakarta Kota Raja”.
Bidang Dance dan Elektronika: Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik diraih Dipha Barus dan Hindia lewat “Nafas”; Artis Solo/Grup/Kolaborasi Elektronika Terbaik oleh White Chorus lewat “Mungkin”.
Bidang Metal: Artis Solo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik diraih Burgerkill lewat “Kontinum”; Album Metal Terbaik diberikan kepada Cloath untuk “The Fallen God” (Produksi Hammersonic Records).
Bidang Rap/Hip-hop: Artis Solo Rap/Hip-hop Terbaik diraih K3bi lewat “Doa”; Duo/Grup/Kolaborasi Rap/Hip-hop Terbaik oleh Iwa K dan Chicco Jerikho lewat “DOAMAT!”; Album Rap/Hip-hop Terbaik kepada Basboi untuk “Kasablanka” (Produksi HOMEBOi / EMPIRE).
Bidang Koplo: Artis Solo/Grup/Kolaborasi Koplo Terbaik diraih Ndarboy Genk dan Banditoz Yaow 86 lewat “Kicau Mania”.
Bidang Orkestra: Karya Orkestra Terbaik diberikan kepada Naura Ayu untuk “Terima Kasih”, dengan penata musik Ivan Tangkulung.
Bidang Musik untuk Media Visual: Album Film Scoring Terbaik diraih Ofel Obaja lewat “Na Willa: Music From The Motion Picture” (Produksi Visinema).
Bidang Musik untuk Teater/Film Musikal: Lagu Teater/Film Musikal Terbaik diraih “Miliaran Manusia” dari Original Cast Musikal Perahu Kertas, Dewara Zaqqi, Alya Syahrani, dan Trust Collective.
Bidang Karya Produksi: Karya Produksi Progresif Terbaik diberikan kepada Isyana Sarasvati dan Agt.Widi untuk “BURN”; Karya Produksi Reggae/Ska/Rocksteady Terbaik kepada Shaggydog, Rebellion Rose, dan The Glad untuk “Lodse”.
Karya Produksi Kolaborasi Terbaik diraih enau dan Ari Lesmana lewat “Sesi Potret”; Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik oleh Luisa Adreena dan Azamy Syauqi lewat “Sikilku Iso Muni (Kakiku Bisa Bunyi) [Original Soundtrack from "Na Willa"]”; Karya Produksi Grup Vokal Terbaik oleh no na lewat “rollerblade”.
Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah Terbaik diraih Denny Caknan lewat “Negoro Angin”; Karya Produksi Instrumentalia Terbaik oleh Indra Lesmana lewat “Dim Glow”; Karya Produksi Musik Global Terbaik diberikan kepada Hasyim Abubakar Yahya, Ki Heri Purwono, dan Mustafa Debu untuk “Kidung Walisongo”.
Karya Produksi Re-Aransemen Terbaik diraih Yovie Widianto, Andi Rianto, dan Rony Parulian lewat “Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi)”; Karya Produksi Blues Terbaik oleh Karina Christy lewat “Don't Fall In Love With A Rockstar”; Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik oleh Idgitaf lewat “Sedia Aku Sebelum Hujan”.
Karya Produksi Kontemporer Terbaik diberikan kepada Adi Darmawan untuk “Arangkak”; Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik kepada Cakra Khan dan Chrisye untuk “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”; Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani Terbaik kepada Lyodra dan Iskandar Widjaja untuk “Melodi Cinta-Mu Tuhan”.
Karya Produksi Musik Etno Terbaik diraih Peni Candra Rini lewat “Kumuda Djiwa Gamelan (Mangkunegaran)”; Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik oleh Ecko Show, Juan Reza, dan Chesylino lewat “Orang Baru Lebe Gacor (Tor Monitor Ketua)”; Karya Produksi Hipdut Terbaik oleh Naykilla lewat “MMG (My Mine Gueh)”.
Bidang Penunjang Produksi: Produser Rekaman Terbaik diraih Kevin Pangestu untuk “Sesi Potret”; Desain Sampul Album Terbaik oleh Xarein Studio untuk album “(Jangan) Jatuh Cinta - Dee Lestari”.
Tim Produksi Suara Terbaik diberikan kepada Eko Sulistyo dan Bennytho Siahaan untuk “kota ini tak sama tanpamu (Orchestra Version) - Nadhif Basalamah, Andi Rianto”; Video Musik Terbaik kepada Isyana Sarasvati dan Agt.Widi lewat “BURN”, dengan sutradara Shadtoto Prasetio.
Tim Produksi Vokal Terbaik diraih Yandi 'Bronsu', Kevin Queency, Ogi Lugas, dan Ensemble Original Cast Musikal Perahu Kertas untuk “Miliaran Manusia”.
Bidang Umum: Pendatang Baru Terbaik diraih no na lewat “rollerblade”; Album Terbaik diberikan kepada Idgitaf untuk “Berusaha di Bawah Hujan” (Produksi Idgitaf Musik); Karya Produksi Terbaik diraih Tulus lewat “Teh Hijau”.
Penghargaan khusus: International Special Awards - Japanese Popular Music diberikan kepada HANA. Lifetime Achievement Awards diberikan kepada Indrawati Widjaja, Tito Soemarsono, dan Zaenal Combo. Legenda Musik Indonesia diberikan kepada A. Riyanto.
Video Lirik Favorit yang dipersembahkan oleh YouTube diraih Idgitaf lewat “Sedia Aku Sebelum Hujan”.