JATENGNIH.COM - Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah KH Muhammad Fatwa meminta kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memperkuat kapasitas intelektual serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Hal itu disampaikan Gus Fatwa dalam rapat koordinasi GP Ansor Kabupaten Kendal di Pondok Pesantren Darul Amanah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Rabu. “Pengkaderan jangan hanya berorientasi pada bagaimana mencetak kader sebanyak-banyaknya,” katanya.
Menurut dia, tantangan kaderisasi semakin kompleks seiring kemajuan teknologi digital, perubahan karakter, serta dinamika sosial dan keagamaan. Organisasi, katanya, perlu memastikan kader memiliki pemahaman ideologi yang kuat, integritas, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Pengasuh Ponpes Darul Amanah itu mengatakan pola pendidikan kader harus terus dikembangkan agar relevan dengan perubahan zaman. “Kader Ansor dan Banser harus mampu membaca perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menambahkan militansi perlu diimbangi dengan intelektualitas, keterampilan, dan kecakapan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, keberadaan instruktur dan pelatih yang kompeten menjadi bagian penting dalam penguatan kaderisasi.
“Instruktur menjadi pendidik yang menanamkan nilai-nilai perjuangan, membentuk karakter, dan menyiapkan kader agar memiliki kemampuan kepemimpinan,” kata Gus Fatwa.
Pondok Pesantren Darul Amanah menjadi tuan rumah Latihan Instruktur (LI) 1 dan Kursus Pelatih (Suspelat) I GP Ansor. Gus Fatwa berharap kegiatan tersebut menghasilkan instruktur dan pelatih yang berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, serta mampu mendidik kader secara berkelanjutan.