JATENGNIH.COM - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas telah menyalurkan 827.050 kilogram jagung Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur skala mikro.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan, penyaluran tersebut merupakan bagian dari penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penerima program adalah peternak yang namanya telah ditetapkan Bapanas.
Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis sore, Prawoko menjelaskan Bulog menyalurkan jagung melalui Paguyuban Peternak Ayam Layer (PPAL) Purbalingga, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), dan Pinsar Petelur Nasional (PPN) Banyumas.
Pada Kamis (5/11), Bulog juga menggelar kegiatan di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, untuk mengikuti secara daring kegiatan Sinergi BUMN Pangan yang berlangsung di Jawa Timur. Jagung SPHP tersedia di gudang Bulog dengan harga Rp5.000 per kilogram bagi peternak mikro yang memenuhi ketentuan.
Prawoko mengatakan program tersebut merupakan langkah kolaboratif pemerintah untuk memperkuat ekosistem peternakan rakyat, terutama peternak ayam petelur skala mikro. Harga jagung yang terjangkau diharapkan dapat meringankan biaya produksi, mengingat pakan merupakan salah satu komponen utama dalam usaha peternakan ayam petelur.
“Dengan dukungan tersebut, peternak diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan keberlanjutan usahanya,” katanya.
Selain menyediakan bahan baku pakan, kolaborasi itu juga diarahkan untuk mendukung penyerapan telur. Upaya tersebut diharapkan membantu menyeimbangkan biaya produksi peternak dengan keberlanjutan pasar hasil peternakan.
“Melalui sinergi pemerintah dan BUMN pangan, program SPHP jagung diharapkan dapat memperkuat usaha peternakan rakyat sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan, khususnya komoditas telur ayam,” ujar Prawoko.
Dalam kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro melalui Pembelian Telur Ayam dan Penyaluran Jagung SPHP di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut dukungan kepada peternak mikro sebagai bagian penting dari tanggung jawab Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Ahmad, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas di pasar, tetapi juga dukungan kepada pelaku usaha di tingkat produksi agar dapat terus berkembang.
"Bulog memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program SPHP Jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan penyaluran jagung SPHP dan sinergi pembelian telur, kami ingin membantu menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, Bapanas, BUMN pangan, dan koperasi peternak agar penyaluran jagung SPHP berlangsung sesuai ketentuan, transparan, dan tepat sasaran. Melalui kolaborasi berkelanjutan, Bulog berharap peternak mikro semakin berdaya, produksi pangan nasional menguat, dan masyarakat memperoleh manfaat dari sistem pangan yang lebih stabil dan berkeadilan.