JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Semarang berencana menggelar Festival Sastra Semarang pada 2027. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, festival itu diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi penulis, pembaca, komunitas, dan masyarakat dari Semarang maupun luar daerah.
Agustina menyampaikan rencana tersebut di Semarang, Jumat. Menurutnya, sastra perlu memperoleh ruang lebih luas untuk dinikmati sekaligus menjadi sarana menyampaikan pengalaman dan pemikiran tentang kehidupan.
“Semarang ini gudangnya sastrawan. Kita perlu membuka ruang yang lebih besar bagi mereka. Tidak harus selalu dengan acara besar,” katanya.
Ia menilai kegiatan sederhana yang digelar secara rutin juga dapat memberi kesempatan kepada sastrawan untuk tampil dan berbagi pengetahuan dengan generasi muda. Hal itu, antara lain, dapat dilakukan melalui kegiatan pembacaan puisi.
Agustina menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembacaan puisi bersama sastrawan di Semarang. Dalam kegiatan itu, ia turut membacakan puisi dan mengapresiasi para seniman yang tampil.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari sastrawan senior, mahasiswa, pelajar, komunitas, hingga masyarakat. Pertemuan lintas generasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kehidupan sastra di Semarang.
Menurut Agustina, sastrawan senior perlu memiliki ruang untuk terus berkarya dan berbagi pengalaman dengan generasi muda yang ingin belajar menulis serta membaca puisi. Ia mendorong Dinas Arsip dan Perpustakaan bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta perangkat daerah lainnya untuk memperluas ruang bagi sastrawan.
Sejumlah ruang publik berpeluang menjadi lokasi festival, di antaranya pusat buku bekas di kawasan Stadion, Kota Lama, dan kawasan Tugu Muda.
Agustina memandang puisi bukan hanya karya yang mengungkapkan perasaan pribadi, tetapi juga dapat menjadi dialog tentang kehidupan. Puisi, menurutnya, bisa menyampaikan pengalaman, keadaan, dan harapan masyarakat.
Ia turut menyoroti pentingnya ruang seni yang inklusif dan mengapresiasi kehadiran peserta penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut.
“Saya berharap seni, termasuk puisi, juga menjadi bagian dari ruang yang dapat dinikmati dan dikembangkan oleh semua kalangan,” pungkasnya.