JATENGNIH.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoptimalkan peran kader posyandu hingga tingkat desa untuk mempercepat registrasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan di Semarang, Jumat, langkah ini bertujuan memastikan masyarakat yang membutuhkan terdata dan dapat diakomodasi dalam program bantuan pemerintah. Menurut dia, jaringan posyandu strategis untuk menjangkau warga kurang mampu.
“Saya mengajak seluruh kabupaten/kota, terutama tim maupun relawan yang sudah bergabung, untuk segera bergerak,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Ia menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Registrasi Perlinsos Digital bagi seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia secara daring dari ruang kerjanya.
Taj Yasin telah menginstruksikan pengurus posyandu yang menangani program Pandu Tangguh untuk mengevaluasi dan mempercepat pendampingan registrasi. Evaluasi diminta dilakukan setiap pekan, disertai laporan daring mengenai jumlah pendaftar dan persentase capaian.
“Laporan ini harus disampaikan secara rutin, sehingga kabupaten/kota bisa berlomba-lomba mempercepat proses registrasi. Posyandu memiliki jaringan sampai tingkat bawah sehingga sangat strategis untuk membantu masyarakat,” katanya.
Pendataan Perlinsos Digital diharapkan memperkuat basis data yang sudah tersedia melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sekaligus menjangkau masyarakat yang belum terdata sebelumnya. Pemprov Jateng juga berencana menggelar rapat koordinasi daring dengan para wakil kepala daerah pada pekan depan untuk mengevaluasi perkembangan registrasi dan mendorong percepatan di setiap daerah.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Imam Maskur menyebut sekitar 2 juta kepala keluarga (KK) telah mendaftar. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 18 persen terhadap capaian nasional.
Namun, capaian itu masih perlu ditingkatkan. Sasaran registrasi di Jateng sekitar 13 juta KK, sedangkan target yang harus dicapai hingga Desember 2026 lebih dari enam juta KK.
Untuk mengejar target, Dinas Sosial Jateng akan mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi setiap Senin bersama pemerintah kabupaten/kota. Daerah dengan capaian tertinggi maupun terendah akan dievaluasi untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi percepatan. Kabupaten Batang tercatat memiliki capaian tertinggi, yakni lebih dari 51 persen.
“Kami berharap seluruh unsur bisa bergerak bersama. Dengan keterlibatan pemerintah daerah, pendamping sosial, TNI-Polri, dan kader Posyandu, target registrasi Perlinsos di Jawa Tengah dapat dipercepat,” kata Imam.