Minggu, 1 November 2026 · 04:58 WIB
Peristiwa

Pawai Ogoh-Ogoh Semarang 26 April, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

JATENGNIH.COM - Karnaval Seni Budaya Lintas Agama atau Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang pada Minggu, 26 April 2026, diperkirakan menarik ribuan warga. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan rekayasa lalu lint

Pawai Ogoh-Ogoh Semarang 26 April, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

JATENGNIH.COM - Karnaval Seni Budaya Lintas Agama atau Pawai Ogoh-Ogoh di Semarang pada Minggu, 26 April 2026, diperkirakan menarik ribuan warga. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan bertahap mulai pukul 13.00 WIB untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan penutupan sejumlah ruas diperlukan untuk memberi ruang bagi iring-iringan pawai yang melibatkan perwakilan etnis dan kelompok Beleganjur dari berbagai daerah.

“Karena rutenya melalui jantung kota, yaitu dari Balai Kota menuju Simpang Lima, maka sterilisasi jalur protokol menjadi prioritas. Kami sudah memetakan titik-titik penyekatan agar arus lalu lintas bisa mengalir meski rute utama ditutup,” terangnya.

Penyekatan akan dilakukan dari kawasan utara, yakni di Simpang Eka Karya dan Bundaran Hotel Siliwangi, untuk mengalihkan kendaraan yang menuju Tugu Muda. Pengendara dari Jalan Thamrin (KFC) dan Fatima Zahra akan diarahkan ke jalur alternatif agar tidak menambah kepadatan di koridor Jalan Pandanaran.

Titik lain yang menjadi perhatian adalah Simpang Pandanaran 1 dan akses menuju Simpang Lima. Kendaraan dari arah selatan, yakni Polda Jateng, akan diarahkan memutar di Bundaran Air Mancur Pahlawan untuk menjaga kawasan Lapangan Pancasila tetap steril selama acara.

Agustina mengimbau pengunjung tidak memarkir kendaraan di bahu jalan sepanjang rute pawai. Pemkot menyiapkan kantong parkir di sejumlah lokasi, antara lain DP Mall dan Gedung Parkir Balai Kota untuk area start, serta SMA 3 Semarang dan Museum Mandala Bhakti.

Untuk area finish, warga dapat memarkir kendaraan di Ex Gama Plaza atau di belakang Masjid Baiturrahman. “Kami sediakan kantong parkir resmi di beberapa titik strategis. Untuk area start ada di DP Mall dan Gedung Parkir Balai Kota. Bisa juga menggunakan SMA 3 Semarang dan Museum Mandala Bhakti. Sedangkan untuk titik finish, warga bisa parkir di Ex Gama Plaza atau di belakang Masjid Baiturrahman,” jelasnya.

Pawai tahun ini mengangkat semangat Memayu Hayuning Bhawono, Memayu Hayuning Sesami, dan Memayu Hayuning Diri untuk mewujudkan Semarang yang aman dan toleran. Acara tersebut didukung PHDI Jepara, PHDI Kendal, serta kelompok Beleganjur dari Jogjakarta, bersama kesenian lokal seperti Rebana, Angklung, Barongsai, dan Warak Ngendog.

Perayaan ini digelar untuk merawat kerukunan dalam keberagaman sekaligus merayakan capaian Semarang sebagai peringkat ketiga Kota Paling Toleran di Indonesia. Acara akan ditutup dengan pementasan Sendratari Legenda Rawa Pening di Simpang Lima.

“Mari ajak keluarga dan kerabat untuk datang dan menyaksikan langsung kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh Minggu besok. Mari kita rayakan keberagaman dan indahnya toleransi di Kota Semarang dengan tetap menjaga ketertiban serta kebersihan selama acara berlangsung,” pungkas Agustina.

Bagikan