Sabtu, 31 Oktober 2026 · 21:59 WIB
Terbaru
Peristiwa

Halili Sebut Toleransi di Salatiga Telah Mencapai Puncak

JATENGNIH.COM - Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili, menilai toleransi di Kota Salatiga telah mencapai puncak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Toleransi di Alun-alun Lapangan P

Halili Sebut Toleransi di Salatiga Telah Mencapai Puncak

JATENGNIH.COM - Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili, menilai toleransi di Kota Salatiga telah mencapai puncak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Festival Toleransi di Alun-alun Lapangan Pancasila, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Hari terakhir festival tersebut dipadati warga yang ingin menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi masyarakat.

Pertunjukan yang ditampilkan antara lain Tari Kabasaran oleh Keluarga Kawanua “Kasih Ne Matuari” yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Tari Memetri oleh siswa SMP Negeri 1 Salatiga, Tari Riwa oleh PERKASA (Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga), serta penampilan musik dari band.

“Yang dimulai dari taraf penerimaan keberagaman, pengakuan, dan perangkulan,” kata Halili, menjelaskan tahapan toleransi di Salatiga.

Menurut Halili, masyarakat dan pemerintah menjadi dua lapisan yang berkontribusi terhadap tumbuhnya toleransi di kota tersebut. Keduanya bersama-sama “nyengkuyung” toleransi hingga mencapai level makrifat atau puncak, agar dapat terus berkelanjutan.

Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan toleransi telah menjadi DNA warga Salatiga. Ia menyebut toleransi lekat dengan identitas kota yang dikenal memiliki keberagaman dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Namun, toleransi tidak cukup hanya diwariskan sebagai budaya, melainkan perlu terus ditanamkan sejak dini agar tetap tumbuh dan berkelanjutan,” ucap Robby.

Pentingnya menjaga toleransi juga dibahas dalam talkshow Festival Toleransi. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kota, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota, serta Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) beserta jajaran. Talkshow tersebut menyoroti upaya menjaga toleransi agar terus hidup dalam perilaku masyarakat dan kebijakan pemerintah, bukan sekadar menjadi warisan.

Bagikan