JATENGNIH.COM - Pemerintah Kabupaten Temanggung menyiapkan lahan seluas 6.000 hingga 8.000 hektare untuk musim tanam padi ketiga. Persiapan dilakukan setelah hujan mulai turun dan untuk mengoptimalkan masa tanam sebelum musim kemarau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan petugas lapangan serta penyuluh pertanian untuk mendorong petani segera menanam. Ia menyampaikan hal itu di Temanggung, Rabu.
Pemkab juga berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai kesiapan sarana produksi, terutama pupuk. Pemerintah daerah menyiapkan surat keputusan realokasi pupuk untuk mengantisipasi kebutuhan selama musim tanam.
Menurut Joko, langkah tersebut mempertimbangkan realisasi penyerapan pupuk selama 10 bulan terakhir dan perkiraan kebutuhan ke depan, termasuk pupuk untuk komoditas kopi menjelang musim hujan.
Penanaman padi diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026. Hujan diperkirakan mulai berkurang pada awal Maret 2027, sehingga percepatan tanam diperlukan untuk memanfaatkan ketersediaan air sekaligus mengantisipasi perubahan musim.
Selain padi, pemerintah daerah mendorong petani menanam cabai untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2027.
"Kami sudah mulai mempersiapkan komoditas cabai dengan mendorong petani untuk menanam. Untuk padi juga sudah kami koordinasikan dengan teman-teman di lapangan agar yang sudah bisa menanam segera melakukan penanaman," katanya.