Selasa, 3 November 2026 · 00:07 WIB
Terbaru
Peristiwa

ASN Jateng Kumpulkan 31.032,44 Liter Minyak Jelantah

ASN Jateng Kumpulkan 31.032,44 Liter Minyak Jelantah

JATENGNIH.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dari 60.680 aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik daerah (BUMD). Atas capaian tersebut, Pemprov Jateng menerima penghargaan dari Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengumpul minyak jelantah terbanyak dari kalangan ASN.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan di Semarang, Senin, gerakan itu tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat. “Program pengumpulan minyak jelantah ini tidak hanya berbicara tentang lingkungan atau sampah, tetapi juga kesehatan. Bagaimana masyarakat kita tidak mengonsumsi minyak yang sudah berkali-kali digunakan sehingga lebih sehat,” katanya.

Piagam penghargaan diserahkan Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jateng Ari Andriani kepada Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jateng 2026.

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, menyambut penguatan peran posyandu dalam berbagai program di Jawa Tengah. Menurut dia, pendampingan kader dapat membantu mengatasi persoalan ketidaktepatan data kemiskinan.

Ia menilai tugas Posyandu perlu diperluas, tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga mendampingi masyarakat mengakses program perlindungan sosial.

Ketua Posyandu Jateng Nawal Arafah Yasin mengatakan gerakan pengumpulan minyak jelantah melibatkan 35 kabupaten/kota dan terus diperluas melalui kerja sama dengan dunia usaha. Kolaborasi itu menyiapkan mesin ATM biodrop agar masyarakat dapat menyetorkan minyak jelantah dan menerima nilai rupiah yang ditransfer ke rekening masing-masing.

Nawal berharap inovasi tersebut dapat mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bijaksana.

Rapat koordinasi itu juga menjadi momentum peluncuran Program Pandu Tangguh. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendampingi masyarakat, terutama kelompok rentan, mengakses layanan dan bantuan sosial melalui aplikasi Perlinsos.

Dalam kegiatan yang sama, apresiasi diberikan kepada sejumlah posyandu kabupaten/kota, desa, dan kelurahan atas dedikasi serta inovasi mereka dalam melayani masyarakat. Posyandu di Jawa Tengah yang telah terdata berjumlah lebih dari 20.000 unit, terbanyak di antara provinsi berdasarkan registrasi Kementerian Kesehatan.

Bagikan