Senin, 2 November 2026 · 12:48 WIB
Peristiwa

Lansia dan Mahasiswa Keperawatan UMS Tampil Bersama dalam Jalan Sehat

Lansia dan Mahasiswa Keperawatan UMS Tampil Bersama dalam Jalan Sehat

JATENGNIH.COM - Penampilan angklung Posyandu Lansia Peduli Insani Mendungan bersama mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memeriahkan Jalan Sehat dan Bazar Hari Jadi ke-68 UMS, Minggu.

Kolaborasi tersebut menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa usia lanjut tidak menghalangi seseorang untuk tetap aktif dan berkarya. Grup angklung itu membawakan sejumlah lagu di hadapan peserta jalan sehat.

Penampilan dipandu Yekti Handayani, S.Pd.I., S.Pd.AUD., M.Pd. Sebelum musik dimainkan, ia menyapa dan berinteraksi dengan peserta melalui candaan. Yekti merupakan kader kesehatan di Posyandu Lansia Peduli Insani Mendungan, Kartasura.

Yekti mengatakan, penampilan bersama mahasiswa Keperawatan UMS itu merupakan kolaborasi pertama mereka. Ia memperkenalkan anggota posyandu yang tetap bersemangat berlatih, termasuk mereka yang berusia 81 dan 79 tahun.

“Ini ada yang usianya 81 tahun Bapak Ibu. Ada yang 79 tahun, tapi masih asyik menikmati angklung. Semoga nanti menginspirasi UMS agar lebih mempedulikan kami yang lansia,” ungkapnya.

Program Studi Keperawatan UMS rutin mengadakan pengabdian masyarakat di Posyandu Lansia Peduli Insani Mendungan. Kegiatan yang berlangsung setiap Rabu itu meliputi pemeriksaan kesehatan, konsultasi, serta pembinaan bagi kader dan anggota posyandu.

Yekti menyebut dukungan perguruan tinggi membantu pelayanan kesehatan lansia, terutama karena jumlah anggota posyandu mencapai ratusan orang. “Karena kebetulan anggota lansia kami tuh banyak, ratusan. Jadi butuh kerja sama yang banyak pada mitra-mitra. Jadi kalau misalnya hanya kader saja mungkin tidak cukup. Jadi butuh seperti kepedulian dari Prodi Keperawatan tuh sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Posyandu tersebut juga bekerja sama dengan kader kelurahan, puskesmas, dan dokter yang berdomisili di Mendungan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Berbagai kegiatan rutin diselenggarakan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan para lansia.

Setiap Rabu pagi, anggota mengikuti senam lansia yang dilanjutkan dengan latihan angklung. Kegiatan itu telah berlangsung hampir satu tahun dan mendorong para anggota untuk tetap aktif serta berinteraksi satu sama lain.

Selain senam dan latihan angklung, posyandu mengadakan pertemuan rutin, penimbangan, pengajian, kegiatan penyegaran setiap semester, serta layanan home care bagi lansia yang memerlukan pendampingan.

Menurut Yekti, bermain angklung melatih konsentrasi, koordinasi, dan kemampuan mengikuti irama. Pemain harus memperhatikan waktu untuk mulai dan berhenti memainkan alat musik, sekaligus menyesuaikan gerakan dengan irama.

“Karena angklung itu kan menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri ya. Dia harus fokus kapan dia berhenti memainkan angklung, kapan memainkan, kapan dia menggoyangkan kakinya ke kanan, kapan harus berhenti,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut membuat anggota lansia lebih aktif dan bersemangat karena dapat bertemu serta berinteraksi dengan orang lain. Salah satu anggota yang berusia 81 tahun pun masih rutin mengikuti latihan. Bagi Yekti, kegiatan bersama dapat memberi lansia ruang untuk berkegiatan dan menikmati kehidupan sosial.

Yekti berharap UMS terus berkembang dan meningkatkan kepedulian kepada masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia. “UMS tuh luar biasa. Harapannya lebih baik lagi lah, pasti lebih baik insya Allah,” pungkasnya.

Bagi mahasiswa Keperawatan UMS, kolaborasi itu menjadi pengalaman tersendiri. Annisa Nurul Hidayah, mahasiswa yang telah menjalani tiga semester perkuliahan, mengaku tertarik ikut serta untuk berkontribusi sekaligus menjalin kedekatan dengan para lansia.

Mahasiswa Keperawatan UMS sebelumnya telah beberapa kali memainkan angklung dalam berbagai pertunjukan. Namun, berlatih bersama anggota posyandu menjadi pengalaman baru. Annisa mengatakan mereka hanya menjalani satu kali latihan bersama sebelum tampil di Jalan Sehat UMS.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga berupaya membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam memberikan kontribusi di luar lingkungan perkuliahan,” kata dia.

Bagikan