Senin, 2 November 2026 · 20:37 WIB
Terbaru
Kriminal

GP Ansor Jateng Kritik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

GP Ansor Jateng Kritik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

JATENGNIH.COM - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyayangkan penggeledahan aparat kepolisian di pondok pesantren khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Ansor menilai tindakan tersebut terkesan arogan dan tidak proporsional.

Penggeledahan itu dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, DR H M Shidqon Prabowo SH MH, menilai penggeledahan di lingkungan pondok pesantren tersebut tidak mencerminkan pendekatan profesional. “Kami menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di ponpes yang berisi para santriwati. Ini jelas mengarah pada tindakan tidak profesional dan tidak proporsional oleh aparat,” kata Shidqon, Minggu (1/11/2026).

Menurut Shidqon, penggeledahan di pesantren yang dihuni para santriwati, sebagian besar masih di bawah umur, semestinya dilakukan dengan cara yang lebih humanis. Ia juga meminta aparat mempertimbangkan kondisi psikologis para santriwati agar proses penegakan hukum tidak menimbulkan dampak lebih luas.

Ia menyebut cara yang digunakan aparat kurang tepat dan mengatakan tidak ditemukan barang bukti terkait tindak kriminal yang sedang disidik. “Mestinya aparat bisa menggunakan cara-cara yang lebih humanis, bukan melalui cara yang menurut kami kurang tepat. Terlebih tidak ditemukan adanya barang bukti terkait tindakan kriminal sebagaimana kasus yang tengah disidik,” ujarnya.

Selain menyoroti penggeledahan, GP Ansor Jawa Tengah juga meminta kepolisian lebih tanggap terhadap potensi kekerasan sebelum pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

“Kami meminta aparat bisa lebih responsif mengantisipasi adanya potensi tindakan kriminal,” kata Shidqon.

Bagikan