Senin, 2 November 2026 · 17:14 WIB
Pendidikan

Mahasiswa Arsitektur UMS Survei Bima Sejahtera Farm untuk Rancang Peternakan Terpadu

Mahasiswa Arsitektur UMS Survei Bima Sejahtera Farm untuk Rancang Peternakan Terpadu

JATENGNIH.COM - Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan survei lapangan di Bima Sejahtera Farm, Selasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk merancang kompleks peternakan terpadu.

Peternakan milik Hari Suwito itu berlokasi di Wonosari Ngadisalam, Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Survei tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Perancangan Multi Disiplin yang diampu Surharyani, S.T., M.T., serta Ar. Erwin Herliana, S.T., M.Ars., IAI.

Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa ditantang merancang kompleks peternakan terpadu sapi dan kambing yang efisien dan fungsional untuk kegiatan peternakan. Rancangan juga diharapkan dapat dikembangkan pada masa mendatang dengan penambahan pusat penjualan produk olahan dan pusat kunjungan atau agrowisata.

“Kami memilih kecamatan Muntilan, karena merupakan kawasan strategis di koridor Yogyakarta-Borobudur, dengan iklim mikro tropis pegunungan di lereng Gunung Merapi serta potensi besar di bidang agribisnis dan pariwisata,” jelas Surhayani, Minggu.

Survei memberi mahasiswa kesempatan melihat langsung kondisi tapak dan fasilitas peternakan yang sedang beroperasi. Pengamatan ini menjadi dasar analisis perancangan yang mencakup arsitektur dan masterplan, sains bangunan dan iklim tropis, teknik lingkungan dan sanitasi, struktur dan material, serta inovasi bisnis dan agrowisata.

Mahasiswa juga mencermati zonasi berdasarkan kebisingan, arah angin, dan biosecurity; penghawaan serta pencahayaan alami; pengelolaan limbah ternak; ketahanan material; hingga alur operasional dari bahan mentah sampai produk dijual kepada pengunjung.

Ibrahim Azhar, anak pemilik Bima Sejahtera Farm, mengatakan peternakan yang memenuhi standar perlu menekan biaya produksi dan mengutamakan keselamatan hewan ternak. Ia juga menyatakan bersedia menjadikan peternakan tersebut sebagai mitra kampus untuk survei lapangan.

“Kami akan membuka lokasi peternakan ini sebagai objek studi dan saya juga siap menjadi narasumber bagi mahasiswa dalam proses perancangan suatu proyek,” tutur Ibrahim.

Diskusi dengan pemilik peternakan memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai kebutuhan operasional, termasuk cara melindungi area produksi saat bangunan ritel dan pusat kunjungan nantinya beroperasi.

Data pengukuran dan temuan lapangan akan dikembangkan mahasiswa Program Studi Arsitektur UMS menjadi karya akhir berupa panel gambar dan buku laporan analisis serta penjelasan desain.

Bagikan