UMS Jajaki Kolaborasi Riset dan Industri dengan Mitra di Tiongkok


JATENGNIH.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama pendidikan tinggi bersama sejumlah perguruan tinggi dan industri di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat tri darma perguruan tinggi, meningkatkan mutu akademik, serta mengembangkan sumber daya manusia.
Pembahasan kerja sama berlangsung dalam pertemuan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., dengan Kepala Perwakilan RI sekaligus Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Beijing, Parulian Silalahi. Pertemuan itu turut dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Dr. Lestari Puspitaningsih.
UMS dan KBRI Beijing membahas peluang kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi dan pelaku industri di Tiongkok. Kerja sama diharapkan tidak sebatas penandatanganan nota kesepahaman, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang bermanfaat bagi civitas academica dan pengembangan institusi.
Harun mengatakan, penguatan jejaring internasional merupakan salah satu langkah penting agar UMS terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang bermutu, berkemajuan, dan berkelanjutan. “Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri maju di Tiongkok membuka peluang pengembangan kapasitas akademik sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya, Selasa.
Dalam sambutannya di Kantor KBRI Beijing, Harun mewakili rombongan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari relaksasi dan transformasi adaptasi teknologi-industri Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) untuk menjadi yang terdepan dalam tri darma.
Agenda yang berpeluang dikembangkan antara lain penelitian bersama, program magang internasional, partisipasi dalam konferensi internasional, dan kolaborasi publikasi ilmiah. Penjajakan juga mencakup sektor teknologi informasi (IT), jasa, serta bidang strategis lainnya.
Keterlibatan industri dinilai menjadi bagian penting dalam kemitraan tersebut. Mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman belajar dan praktik profesional di lingkungan industri internasional. Adapun dosen dan peneliti berpeluang memperluas jejaring riset dan pertukaran keilmuan, serta menghasilkan publikasi bersama mitra global.
KBRI Beijing diharapkan dapat memfasilitasi hubungan perguruan tinggi Indonesia dengan institusi pendidikan dan dunia industri di Tiongkok, sehingga peluang kerja sama dapat direalisasikan lebih cepat.
Melalui pengembangan kemitraan internasional tersebut, UMS berkomitmen memperkuat kontribusi tri darma perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing institusi di tingkat global. Pertemuan itu berlangsung pada Senin malam, 2 November 2026.