JATENGNIH.COM - Pemerintah Kabupaten Batang menyediakan Ruang Cerita dan Ruang Tumbuh bagi siswa untuk menyampaikan keluh kesah dengan aman. Fasilitas yang melibatkan tenaga ahli hukum dan psikolog itu ditujukan untuk mencegah kekerasan di sekolah sekaligus menjaga kesehatan mental.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang, Himawan Purwo Handuto, mengatakan ruang tersebut diharapkan membuat remaja merasa aman dan nyaman saat bercerita kepada orang terdekat. Hal itu disampaikannya di Batang, Jawa Tengah, Senin.
"Kami juga menyiapkan ruang konsultasi yang bisa dimanfaatkan remaja dengan menghadirkan psikolog berkompeten," katanya.
Himawan menilai pelajar perlu mampu mengendalikan diri di tengah kemudahan mengakses informasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan. Jika tidak dimanfaatkan dengan tepat, kondisi tersebut dapat memicu kerawanan perundungan dan kekerasan, baik di sekolah maupun di dunia maya.
Ia menyebut masih banyak korban kekerasan atau perundungan yang enggan bercerita karena tidak memiliki tempat untuk menyampaikan masalah. Karena itu, Ruang Cerita dan Ruang Tumbuh disiapkan sebagai tempat aman agar siswa dapat menyampaikan persoalan dan mendapat bantuan dari pihak yang tepat.
"Kami persilakan bagi siswa yang ingin berkonsultasi melalui UPTD Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak," katanya.
Siswi MTs Al Islam Limpung, Alisya, mendukung program tersebut. Menurut dia, kegiatan itu memberikan pemahaman kepada siswa agar dapat mengambil langkah yang tepat jika mengalami kekerasan.
"Kami jadi bisa menyampaikan permasalahan yang dialami dan lebih berani untuk mengungkapkan apabila mengalami tindak kekerasan, dengan berani melaporkan kepada yang berwajib," katanya.