Selasa, 3 November 2026 · 06:10 WIB
Pariwisata

Festival Tanggulangin 2026 di Kudus Promosikan Kopi Lokal dan Industri Fesyen

Festival Tanggulangin 2026 di Kudus Promosikan Kopi Lokal dan Industri Fesyen

JATENGNIH.COM - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan menggelar Festival Tanggulangin 2026 selama dua hari pada akhir November. Acara ini dirancang untuk mempromosikan kopi lokal sekaligus mengembangkan industri kreatif dan fesyen di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan festival akan memadukan promosi kopi dengan kegiatan fesyen. Hal itu disampaikan seusai audiensi dengan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Pendopo Pringgitan, Senin, didampingi Kepala Bidang Pariwisata Bimo Sekti Bagus Tohari.

"Festival tersebut akan menggabungkan promosi kopi lokal dengan kegiatan fesyen. Sehingga selain promosi produk kopi lokal Kudus, kami juga turut mempromosikan industri kreatif dan fesyen karena nantinya ada kompetisi dan edukasi kopi maupun kompetisi dan edukasi fesyen dan modeling," kata Abdul Halil.

Festival direncanakan berlangsung di kawasan Tanggulangin, bukan di pusat Kota Kudus seperti sejumlah kegiatan sebelumnya. Lokasi itu dipilih sekaligus untuk memperkenalkan kawasan yang dikenal sebagai gerbang Kota Kretek sebagai salah satu daya tarik wisata Kudus. Tanggal resmi pelaksanaan akan diumumkan kemudian.

Abdul Halil berharap pemindahan lokasi dapat mengurangi kejenuhan akibat kegiatan yang terpusat di tengah kota dan menarik pengunjung dari daerah sekitar Kudus.

"Selama ini banyak kegiatan tersentral di pusat Kota Kudus. Untuk mengurangi kejenuhan, kami mencoba menggeser kegiatan ke sana. Dengan demikian, pengunjung yang datang diharapkan tidak hanya warga Kudus, tetapi juga masyarakat dari kota-kota sekitar," ujarnya.

Untuk promosi kopi, panitia berencana melibatkan petani, pelaku usaha, kedai kopi, hingga perusahaan produsen kopi di Kudus. Produk kopi lokal akan diperkenalkan melalui bincang kopi dan lokakarya yang membahas potensi, pengembangan, serta pemasaran produk. Kegiatan ini diharapkan diikuti pelaku usaha kopi, produsen, petani, dan pihak lain yang mendukung pengembangan komoditas tersebut.

Di sektor fesyen, acara akan melibatkan pelaku industri kreatif dan merek lokal, termasuk KFK yang turut mendukung pengembangan industri fesyen di Kudus. Panitia juga menyiapkan kompetisi modeling untuk anak-anak berusia 5-12 tahun dan remaja berusia 13-17 tahun.

Jumlah peserta akan dibatasi sesuai waktu pelaksanaan. Panitia menargetkan sekitar 40 peserta untuk kompetisi kopi dan membatasi peserta kompetisi modeling sekitar 20-30 orang.

Bagikan