JATENGNIH.COM - Sejumlah investor dari Vietnam dan negara lain berencana menanamkan modal dengan nilai total Rp9,7 triliun di Jawa Tengah. Investasi tersebut mencakup berbagai sektor industri.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, nilai investasi itu berhasil dihimpun dalam waktu singkat berkat kepercayaan investor. “Tidak mudah mendapatkan Rp9,7 triliun dalam beberapa hari. Investasi ini bisa didapatkan karena ada kepercayaan,” katanya di Semarang, Senin.
Salah satu faktor yang mendorong investasi tersebut adalah kerja sama sister province atau provinsi kembar antara Jawa Tengah dan Provinsi Quang Ninh, Vietnam. Luthfi menyebut ketertarikan investor juga didukung kondisi wilayah yang kondusif, kemudahan dan kecepatan perizinan, kesiapan infrastruktur, serta sumber daya manusia yang kompetitif.
“Jadi, kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut mendukung pengembangan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi,” ujarnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, pemerintah provinsi telah mengirim tim ke Vietnam untuk mengikuti agenda yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut.
Dalam agenda itu, tim menawarkan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata Jawa Tengah, serta melakukan penandatanganan kerja sama business to business. Tim juga bertemu langsung dengan calon investor. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah memorandum of understanding (MoU) dan letter of intent (LoI).
Salah satu rencana investasi berasal dari perusahaan garmen besar dengan nilai sekitar Rp4,6 triliun. Perusahaan itu dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026.
Selain itu, perusahaan asal Vietnam yang bergerak di bidang sepatu, tas kulit, dan minyak wangi berencana memperluas industrinya di Jepara dengan investasi Rp2,9 triliun. Perusahaan asal Tiongkok juga akan merelokasi usahanya ke Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar Rp2,17 triliun.
“Bidang pemerintahan dapat, promosi pariwisata dapat, investor totalnya dapat Rp9,7 triliun. Sudah ada yang tanda tangan kontrak, ada juga yang baru letter of intent,” kata Urip.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berencana menerapkan sejumlah pola pengembangan industri yang digunakan Vietnam untuk menarik investasi. Pola tersebut mencakup pendampingan pemerintah, penyiapan lahan dan infrastruktur awal, perizinan, rantai pasok bahan baku, serta kesiapan sumber daya manusia.
“Ini yang nanti kita coba replikasikan di Jawa Tengah. Dari 12 daerah yang sudah mengajukan kawasan industri baru, ada 3-4 titik akan kita coba formulasikan seperti di Vietnam. Salah satunya Brebes,” ujarnya.