JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 unit pompa dengan kapasitas total 92.190 liter per detik untuk menghadapi potensi banjir pada musim hujan. Upaya ini diperkuat dengan pengerukan sungai dan saluran, penyediaan alat berat, serta pengaktifan posko tanggap darurat.
Kesiapan tersebut dilakukan menjelang puncak musim hujan yang diprakirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027. Pemkot Semarang juga menyiapkan personel dan sistem peringatan dini untuk mempercepat penanganan genangan maupun bencana hidrometeorologi.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait memastikan sarana serta prasarana penanggulangan bencana dalam kondisi siap. Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sejak muncul potensi ancaman.
"Seluruh perangkat daerah bersama jajaran terkait harus siaga penuh dan bergerak cepat. Mitigasi dan kesiapan infrastruktur, mulai dari sistem pompa hingga logistik darurat, harus dipastikan berfungsi optimal untuk melindungi masyarakat dari potensi genangan dan bencana," kata Agustina, Selasa (3/11/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto menyebutkan, 119 pompa yang disiapkan mencakup 101 pompa portabel. Total kapasitas seluruh pompa mencapai 92.190 liter per detik, dengan penempatan di kawasan timur, tengah, dan barat Kota Semarang.
Pompa-pompa tersebut disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam guna mengantisipasi peningkatan debit air saat hujan berintensitas tinggi. Pemkot Semarang juga menyediakan 66 dump truck dan 57 alat berat untuk mendukung penanganan genangan, pembersihan material, serta pekerjaan teknis saat keadaan darurat.
"Teman-teman di lapangan memastikan kesiapan sistem pompa saat ini dalam kondisi fit dan sehat untuk menghadapi musim penghujan. Pengerukan dan normalisasi di puluhan sungai serta saluran besar juga terus kami kebut untuk memperlancar aliran air," ujar Suwarto.
Selain mengandalkan pompa, pengurangan risiko banjir dilakukan dengan mengeruk sedimen dan membersihkan saluran air. DPU Kota Semarang telah melaksanakan kegiatan tersebut sejak Maret 2026, dengan pengerjaan di 41 titik sungai dan saluran.