JATENGNIH.COM - PMI Kota Semarang akan menghadapi sejumlah tantangan pelayanan kemanusiaan selama periode 2026-2031, mulai dari menjaga ketersediaan darah bagi sekitar 40 rumah sakit hingga memperkuat mitigasi bencana dan layanan kesehatan mental.
Agenda tersebut akan dijalankan di bawah kepemimpinan FX Sugiyanto, yang terpilih dalam Musyawarah XIII di Gedung Unit Donor Darah PMI Kota Semarang, Selasa (3/11/2026). Pemberdayaan masyarakat juga menjadi salah satu perhatian organisasi untuk lima tahun ke depan.
Perluasan peran PMI dinilai penting seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat. Kesehatan mental, bertambahnya populasi lanjut usia, serta potensi banjir dan kebakaran di Kota Semarang menjadi sejumlah isu yang dipertimbangkan untuk masuk dalam program organisasi.
Sugiyanto mengatakan persoalan sosial tersebut perlu mendapat perhatian lebih luas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
“Yang aging population, kemudian mental health ini saya pikir isu nasional. Dua-duanya kelihatannya belum direspons oleh PMI. Mudah-mudahan bisa bersama Pemerintah Kota Semarang,” kata Sugiyanto.
Menurut Sugiyanto, program PMI tidak hanya perlu berfokus pada donor darah dan penanganan bencana. Kesehatan mental dan persoalan populasi lanjut usia akan dipelajari lebih lanjut.
Pengembangan program itu direncanakan melibatkan perguruan tinggi, kelompok remaja, pesantren, gereja, serta komunitas lainnya. Kolaborasi diharapkan memperluas jangkauan program dan mendorong partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial.
“Ke depan saya ingin berkolaborasi dengan perguruan tinggi, remaja, dan mungkin kelompok kategorial yang lain, ada pesantren, ada gereja. Mereka kan banyak orang-orang muda yang bisa menjadi pilar utama kualitas daerah ke depan,” ujarnya.
Sugiyanto menilai pelibatan anak muda perlu dilakukan melalui pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakter generasi saat ini.