JATENGNIH.COM - Hujan yang mulai turun membuat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas menyatakan kebutuhan air bersih mereka telah tercukupi dan meminta penghentian sementara distribusi bantuan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan, kebutuhan warga masih dapat berubah karena cuaca belum menentu. “Dari total 121 desa yang terdampak kekeringan, saat ini yang sudah menyatakan cukup sebanyak 84 desa. Namun, ini masih bisa berkembang karena kondisi cuaca belum menentu,” ujarnya di Purwokerto, Jumat. Ia didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Abdul Ladjis.
Meski hujan telah turun, BPBD masih menerima permohonan bantuan dari desa-desa yang belum sepenuhnya pulih. Kebutuhan air bersih tersebar di wilayah utara, selatan, dan timur Banyumas, dengan tingkat kebutuhan yang berbeda di setiap desa.
Dwi mencontohkan, kebutuhan yang sebelumnya mencapai dua tangki di suatu wilayah kini bisa berkurang menjadi satu tangki. “Jadi, ada pengurangan kebutuhan, tetapi belum sepenuhnya pulih,” katanya.
Menurut dia, permintaan bantuan masih berfluktuasi. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah Banyumas cenderung tidak diguyur hujan. Hujan yang turun umumnya berintensitas ringan hingga sedang dan terjadi sporadis. Sementara itu, hujan lebat pada Jumat (30/10) malam hingga Sabtu (31/10) pagi sempat menyebabkan banjir dan longsor di beberapa desa.
Desa yang menghentikan sementara permintaan bantuan masih dapat kembali mengajukan distribusi jika kekeringan terjadi lagi. BPBD terus memantau sumber air dan kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Abdul Ladjis mengatakan, berdasarkan pembaruan data per 5 November 2026, kekeringan berdampak pada 121 desa/kelurahan di 25 kecamatan. Jumlah warga terdampak mencapai 98.158 jiwa atau 27.198 keluarga, sementara fasilitas umum yang terdampak sebanyak 31 unit.
“Dalam penanganannya, kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.140.000 liter melalui 2.014 ritase pengiriman,” kata Abdul. Ia menegaskan penghentian sementara distribusi di sejumlah desa bukan berarti penanganan kekeringan telah tuntas. Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan laporan desa dan pemantauan petugas agar warga yang masih membutuhkan tetap memperoleh bantuan.
Selain penanganan kekeringan, BPBD mencatat 67 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan luas area terbakar 64,818 hektare. Kebakaran terjadi antara lain di Kecamatan Kalibagor, Patikraja, Purwojati, Jatilawang, Ajibarang, Cilongok, Purwokerto Selatan, Lumbir, Kebasen, Sokaraja, Wangon, dan Banyumas.