JATENGNIH.COM - Magelang Fashion Day 2026 menjadi ruang bagi pelaku industri fesyen untuk berkreasi, berinovasi, dan berkolaborasi, sekaligus memperkenalkan potensi produk lokal. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, mengatakan acara tersebut bukan sekadar peragaan busana.
"Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa produk fesyen lokal memiliki potensi dan daya saing yang luar biasa," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang yang diterima di Magelang, Senin.
Peragaan busana itu digelar di Alun-Alun Kota Magelang pada Jumat (31/10) malam, sebagai bagian dari Magelang Flower Festival (MFF) 2026 yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini melibatkan Dekranasda Kota Magelang bersama sejumlah kabupaten dan kota.
Rangkaian Magelang Fashion Day diawali dengan lomba desain busana untuk kategori pelajar dan umum. Acara tersebut juga menampilkan karya perancang busana, model, perajin, serta pelaku usaha fesyen dari Kota Magelang dan daerah sekitarnya.
Nanik mengatakan partisipasi Dekranasda dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk fesyen unggulan masing-masing wilayah. Ia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan apresiasi terhadap produk dalam negeri, memperluas promosi, dan membuka peluang pasar bagi pelaku usaha fesyen.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut rangkaian MFF 2026 turut memberikan dampak ekonomi. Berdasarkan informasi dan pengecekan langsung di lapangan, transaksi harian selama festival diperkirakan mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta.
"Animo masyarakat luar biasa," ujarnya.
Menurut Damar, kegiatan tersebut merupakan salah satu strategi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan masyarakat. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan kota sekitar, dalam penyelenggaraan festival.
"Kerja sama antar-daerah diperlukan karena setiap wilayah saling terhubung dan membutuhkan," katanya.