JATENGNIH.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima Agglomeration Leadership Award kategori Regional Leadership and Governance. Ia dinilai mampu membangun ekonomi daerah berbasis wilayah aglomerasi serta menjadikan Solo Raya sebagai percontohan di Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Soloraya Impact Award 2026. “Membangun suatu daerah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Luthfi di Semarang, Jumat.
Luthfi mengatakan, Surakarta menjadi pusat jasa, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Sementara itu, daerah di sekitarnya memiliki kekuatan pada sektor industri, pertanian, dan pariwisata alam.
Menurut dia, beragam potensi tersebut dapat dikembangkan secara terpadu agar daerah-daerah di Solo Raya saling menopang. Pemprov Jateng telah menetapkan Bakorwil Surakarta sebagai pusat koordinasi pengembangan ekonomi Solo Raya pada Februari 2026.
Ia mengatakan tujuh kabupaten/kota di kawasan tersebut perlu menyinkronkan perencanaan pembangunan, membangun konektivitas infrastruktur dan transportasi, serta mendorong investasi dan pengembangan potensi ekonomi lintas daerah.
Dengan langkah itu, wilayah aglomerasi diharapkan dapat maju bersama. Pola pengembangan tersebut juga akan diterapkan di wilayah lain di Jawa Tengah.
Luthfi berharap penghargaan tersebut mendorong Pemprov Jateng terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebut slogan “toghether we can” atau bersama kita bisa, yang kerap disampaikannya dalam pembangunan daerah, dapat diwujudkan melalui berbagai hal, termasuk pengembangan aglomerasi wilayah.
Luthfi juga menyampaikan bahwa investasi di Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp72,54 triliun. Pada periode yang sama, investasi di Solo Raya tercatat sekitar Rp6,07 triliun.
Menurut dia, konsep aglomerasi diperlukan untuk menopang investasi yang masuk, termasuk di wilayah lain di Jawa Tengah. Pengembangan itu ditujukan untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Solo Raya Impact Award 2026 memberikan 14 penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga, dan tokoh inspiratif. Para penerima dinilai memberi dampak positif terhadap pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia di wilayah Solo Raya.