JATENGNIH.COM - Lazismu mencatat penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional mencapai Rp827,69 miliar. Jumlah tersebut melampaui target tahun sebelumnya sebesar Rp801 miliar.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Mujadid Rais mengatakan, dari total penghimpunan itu, dana yang telah disalurkan mencapai Rp635,02 miliar. Dengan demikian, allocation collect ratio (ACR) nasional tercatat 76,62 persen dan menjangkau 132.225 penerima manfaat.
"Tentu ini merupakan kerja keras kita bersama mimpi-mimpi dan cita-cita kita yang barangkali tahun lalu kita anggap mustahil, tapi dengan tekad yang kuat, dengan keyakinan, kita bisa sama-sama mencapai itu semua," katanya di Semarang, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Muhammadiyah Zakat Summit 2026, yang menjadi rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2027 di Radjawali Semarang Cultural Center, Semarang.
Mujadid memerinci, penghimpunan tersebut terdiri atas infak Rp321,57 miliar, kurban Rp263,09 miliar, zakat Rp195,17 miliar, dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Rp37,10 miliar, dan dam Rp10,76 miliar.
Untuk tahun depan, Lazismu menargetkan penghimpunan ZIS sebesar Rp1 triliun. Upaya untuk mencapai target itu antara lain melalui inovasi penghimpunan, penguatan kepercayaan masyarakat, serta perluasan kolaborasi dengan komunitas dan lembaga keuangan.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Lazismu Jawa Tengah yang menghimpun Rp378 miliar, atau sekitar 45,67 persen dari total nasional.
Selain mengembangkan strategi penghimpunan, Lazismu mengoptimalkan sembilan program strategis nasional. Program-program tersebut menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menyalurkan ZIS sesuai kebutuhan dan persoalan sosial yang ingin ditangani.
Kesembilan program itu adalah Back to Masjid, Kampung Berkemajuan, Save Our School, Layanan Akses Kesehatan Pusat, Ketahanan Pangan, Muhammadiyah Water Care, Pengelolaan Sampah dan Limbah, Kemanusiaan dan Advokasi, serta Indonesia Siaga.
"Inilah sembilan program strategis nasional yang kita berharap sama-sama kita lakukan selama setahun ke depan," katanya.
Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Hilman Latief mengatakan, target penghimpunan Rp1 triliun ditetapkan sebagai penyemangat. "Dan memang grafik kita sudah menuju ke situ. Yang penting, tadi ada hal yang saya tekankan tentang transparansi dan akuntabilitas," ujarnya.
Hilman menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam penghimpunan, termasuk terkait mekanisme, model, serta teknologi yang digunakan. "Yang pertama, kata dia, transparansi dan akuntabilitas dalam segi penghimpunan dana, termasuk mekanisme, model, dan teknologi yang digunakan harus "clear"."
Ia juga meminta keterbukaan dalam pengelolaan dan penyaluran dana, termasuk mengenai kelayakan penerima bantuan, serta pelaporan penghimpunan. "Yang kedua, akuntabel dan transparan dalam proses pengelolaan keuangannya. Yang ketiga akuntabel dan transparan dalam pendistribusian dananya. Siapa yang mendapatkan bantuan, eligible atau tidak, dan lain itu harus 'clear'," katanya. "Yang keempat, kata dia, tentunya akuntabel dan transparan dalam melaporkan dana yang dihimpun."