Senin, 2 November 2026 · 11:36 WIB
Gaya Hidup

Astrid Widayani Dorong Gen Z Terapkan Nilai Halal dalam Kehidupan

Diperbarui

Astrid Widayani Dorong Gen Z Terapkan Nilai Halal dalam Kehidupan

JATENGNIH.COM - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda menerapkan nilai halal dalam keseharian, termasuk saat memilih makanan, menjalin pergaulan, menjaga kesehatan mental, dan mengelola keuangan.

Ajakan itu disampaikan Astrid saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan MES Surakarta dan ASBISINDO Goes to School bertema “Gaya Hidup Halal Gen-Z” di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).

Astrid, yang juga Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, mengatakan gaya hidup halal tidak hanya berkaitan dengan konsumsi sesuai syariat. Menurut dia, penerapan nilai tersebut juga membentuk karakter generasi muda agar dapat mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Gaya hidup halal bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan anak muda. Banyak keputusan yang dibuat Gen Z setiap hari, mulai dari apa yang dikonsumsi, bagaimana mengelola uang, menjaga kesehatan mental, sampai bagaimana menggunakan teknologi, berkaitan dengan pilihan hidup yang baik dan bertanggung jawab,” kata Astrid.

Ia turut menekankan pentingnya literasi keuangan syariah sejak dini. Hal itu dinilai penting di tengah maraknya pinjaman online ilegal, penggunaan paylater yang tidak terkendali, dan judi online. Menurut Astrid, kemudahan mengakses layanan digital perlu disertai pemahaman terhadap risiko serta kemampuan mengendalikan perilaku konsumtif.

“Saya menilai anak-anak muda sekarang, Gen Z, sudah cerdas, tidak hanya dalam mengelola diri dan bijak dalam bermedia sosial, tetapi juga harus cerdas dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diumumkan OJK, LPS, dan BPS mencatat indeks literasi keuangan syariah Indonesia sebesar 43,07 persen. Sementara indeks inklusi keuangan syariah mencapai 13,24 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah dan penggunaan layanan keuangan syariah.

Bank Indonesia mencatat 76 persen Generasi Z mempelajari keuangan pribadi melalui media sosial. Namun, 83 persen di antaranya mengaku pernah terpapar informasi keuangan yang keliru. Kondisi ini, menurut kegiatan tersebut, mempertegas perlunya edukasi agar anak muda dapat memilah informasi dan mengambil keputusan finansial dengan tepat.

Program Goes to School itu memberikan edukasi tentang penerapan prinsip syariah dalam beragam aspek kehidupan generasi muda. Materinya mencakup pemilihan makanan halal, busana, pergaulan sehat, kesehatan mental, serta perencanaan keuangan dan pernikahan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua KPMI Korwil Solo Dedhy Prihtiantoro, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Widiyansyah Maulana, Psikiater RS UNS dr. Halim Tazer Kusuma, dan Direktur BPRS Insan Mulia Rusmiati sebagai pemateri.

Melalui program ini, MES Surakarta bersama ASBISINDO DPW Solo Raya mendorong peningkatan pemahaman generasi muda mengenai ekonomi dan gaya hidup halal. Edukasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Gen Z untuk membangun kebiasaan positif, menjaga diri, serta lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan di era digital.

Bagikan