Reklamasi 200 Hektare KIW Semarang Diminta Antisipasi Risiko Rob bagi Warga Pesisir


JATENGNIH.COM - Rencana reklamasi seluas 200 hektare untuk memperluas Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, diminta memperhitungkan dampak lingkungan dan keselamatan permukiman pesisir, terutama terkait perubahan aliran air dan risiko banjir rob.
Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman, yang akrab disapa Pilus, meminta pengembang memasukkan sistem drainase, saluran irigasi, dan jalur pembuangan air dalam perencanaan. Pengurukan dan peninggian lahan industri dikhawatirkan mengubah aliran air dan meningkatkan risiko genangan di wilayah yang lebih rendah.
"Rencana reklamasi sampai 200 hektare itu jangan sampai berdampak pada lingkungan, terutama rob. Saluran-saluran irigasi dan drainase lainnya harus diperhatikan oleh pengembang," katanya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Pilus, perhatian DPRD tidak hanya tertuju pada luas lahan yang dikembangkan, tetapi juga potensi dampak terhadap wilayah sekitarnya. Pengurukan bekas tambak dikhawatirkan dapat mengubah jalur aliran air yang selama ini melewati kawasan tersebut.
Ia mengingatkan agar pengembang tidak hanya melindungi kawasan industri dari genangan, tetapi juga memperhatikan warga yang tinggal di wilayah lebih rendah.
"Jangan sampai mereka hanya mengamankan perusahaannya sendiri, ditinggikan setinggi langit, tetapi tidak melihat dampak dari masyarakat yang tinggal di wilayah agak bawah. Ini juga tidak boleh. Kami akan selalu ikut memantau dan mengawasi itu," katanya.
Pilus menilai pembangunan kawasan industri perlu mempertimbangkan keterkaitan kondisi lahan proyek dengan permukiman di sekitarnya agar perluasan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat pesisir.
Meski menaruh perhatian terhadap rencana tersebut, DPRD Kota Semarang mengaku belum menerima informasi lengkap mengenai detail reklamasi. Pilus mengatakan, informasi yang diterimanya sejauh ini baru mencakup aktivitas pengurukan bekas tambak di Kecamatan Tugu.
"Kami belum mendapatkan informasi secara menyeluruh mengenai rencana itu. Tetapi, informasi yang saya dengar sudah ada aktivitas pengurukan bekas tambak di wilayah Tugu," ungkapnya.