JATENGNIH.COM - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan melalui Akademi Keluarga Indonesia, sebuah platform pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter dan nilai kehidupan remaja.
“Bagi Kemendukbangga/BKKBN, keluarga adalah unit terkecil dan terendah di sebuah negara. Maka kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarganya,” kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Akademi Keluarga Indonesia ditujukan bagi remaja berusia 10–24 tahun yang belum menikah. Program ini menggabungkan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Sekolah Siaga Kependudukan, dan Generasi Berencana (Genre).
Pembelajaran dalam akademi tersebut mencakup empat pilar, yakni Karakter dan Kesiapan Berkeluarga, Ekologi Kependudukan, Literasi dan Etika Digital, serta Optimalisasi Bonus Demografi.
Wihaji mengatakan ketahanan keluarga menjadi fondasi untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas, yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Menurutnya, perubahan pada era digital membuat pembekalan bagi generasi muda tak cukup hanya berfokus pada pendidikan dan karier, tetapi juga perlu mencakup kesiapan menjalani kehidupan.
Ia turut menyoroti penggunaan telepon seluler selama 8–10 jam sehari yang berdampak pada pola pikir dan perilaku remaja, termasuk kesehatan mental. Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan memahami diri, menghadapi perubahan, dan merancang masa depan.
“Tatanan kita sekarang sudah beda. Sekarang bukan lagi siap kerja, lebih dari itu, yakni siap hidup,” tegas Wihaji.
Melalui program ini, Kemendukbangga/BKKBN mendorong remaja untuk membangun karakter, memahami dinamika kehidupan, serta memiliki harapan dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Wihaji berharap peserta membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya agar lebih banyak generasi muda mendapat manfaat.
Akademi Keluarga Indonesia diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkualitas, dengan dukungan pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha.
JATENGNIH.COM - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak generasi muda menerapkan nilai halal dalam keseharian, termasuk saat memilih makanan, menjalin pergaulan, menjaga kesehatan mental, d
JATENGNIH.COM - Warung Es Kelapa Muda Pak Ambon di Jalan Dokter Cipto, Kota Semarang, menawarkan minuman segar dengan varian tape ketan. Warung sederhana di tepi jalan ini telah beroperasi sejak 1950.
JATENGNIH.COM - Penampilan angklung Posyandu Lansia Peduli Insani Mendungan bersama mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memeriahkan Jalan Sehat dan Bazar Hari Jadi ke-68 UMS