JATENGNIH.COM - Kematian dua atlet dalam rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 mendorong KONI Kota Semarang meminta evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pertandingan. Dua atlet tersebut berasal dari cabang selam Kabupaten Jepara dan pencak silat Kota Semarang.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan evaluasi perlu mencakup pengawasan pertandingan serta kesiapan wasit, juri, ofisial, penyelenggara, dan tim medis. Menurut dia, perlindungan atlet tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis.
Arnaz meminta peristiwa tersebut menjadi momentum untuk membenahi penyelenggaraan kompetisi olahraga di Jawa Tengah. Keberhasilan kejuaraan, ujarnya, tidak semestinya hanya diukur dari medali dan prestasi.
"Atlet memang dituntut untuk berprestasi. Namun, di luar itu mereka juga memiliki keluarga dan masa depan. Karena itu, keselamatan mereka wajib kita jaga," kata Arnaz, Sabtu (31/10/2026).
Ia menyoroti kemampuan wasit dan juri dalam mengenali kondisi atlet selama pertandingan. Mereka perlu memahami kapan pertandingan harus dihentikan, dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan keselamatan peserta.
Arnaz menilai pemahaman terhadap regulasi teknis saja tidak cukup. Wasit juga harus mampu mengenali tanda-tanda cedera serius dan berani mengambil tindakan untuk mencegah kondisi atlet memburuk.
"Yang paling mendasar adalah bagaimana wasit ke depan dibekali sensitivitas atau kepekaan untuk mengambil tindakan. Kapan pertandingan harus dihentikan, kapan atlet harus mendapatkan penanganan, dan bagaimana mencegah cedera yang lebih berat," ujarnya.
Menurut Arnaz, menghentikan pertandingan bukanlah hambatan bagi kompetisi, melainkan bagian dari tanggung jawab perangkat pertandingan dalam melindungi atlet.
Peran ofisial juga perlu dievaluasi, terutama dalam memantau kondisi peserta yang mengalami kelelahan ekstrem atau menunjukkan gangguan kesehatan. Kepentingan meraih kemenangan, kata Arnaz, tidak boleh mengesampingkan keselamatan atlet.
Ofisial harus berani menarik atlet dari pertandingan jika kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan. Keinginan atlet untuk tetap bertanding, meski mengalami gangguan fisik, tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan.
Keselamatan peserta harus menjadi prioritas, termasuk ketika keputusan menghentikan pertandingan berpotensi menimbulkan keberatan dari pihak yang bertanding.
JATENGNIH.COM - Pemerintah Kota Semarang menyiapkan anggaran Rp25.491.500.000 untuk penghargaan bagi atlet dan pelatih yang membawa kontingen kota itu mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Pr
JATENGNIH.COM - Agung Prio Apriliano memastikan gelar juara umum Men Elite 76 Ultimate Downhill 2026 setelah mengumpulkan 730 poin hingga seri ketiga di Ternadi Bike Park, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah
JATENGNIH.COM - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis di posisi kedua pada balapan utama Moto3 Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu. Hasil tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi V