JATENGNIH.COM - Dinas Kesehatan Kota Semarang mendorong pemeriksaan kesehatan atlet dilakukan secara menyeluruh dan sesuai risiko cabang olahraga. Imbauan ini disampaikan setelah dua atlet Porprov Jawa Tengah meninggal dunia.
Kepala Dinkes Kota Semarang, M Abdul Hakam, mengatakan pemeriksaan sebelum bertanding tidak seharusnya sekadar menjadi prosedur administratif. Evaluasi medical check-up, penelusuran riwayat penyakit, serta pemeriksaan yang mempertimbangkan kondisi fisik dan risiko olahraga perlu diperkuat.
“Medical check-up-nya itu sebetulnya disesuaikan dengan risiko dari para atletnya,” kata Hakam kepada diswayjateng.id, Selasa (3/11/2026).
Menurut Hakam, atlet dengan riwayat penyakit tertentu perlu mendapat pemantauan lebih lanjut. Informasi kesehatan tersebut perlu dipertimbangkan tim medis sebelum atlet dinyatakan siap bertanding, sehingga pemeriksaan dapat membantu mendeteksi gangguan yang berpotensi muncul saat berolahraga.
Pemantauan kondisi atlet juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi mereka yang diketahui memiliki riwayat penyakit. Pemeriksaan sebelum pertandingan dapat membantu menggambarkan kesiapan fisik dan menentukan langkah yang diperlukan jika ditemukan faktor risiko.
Hakam turut menyoroti perlindungan kesehatan atlet melalui asuransi. Ia mengatakan perlindungan tersebut telah diberikan, tetapi mekanisme penjaminannya perlu dicermati jika ada kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Untuk atlet yang mengalami cedera akibat benturan, Hakam menilai pemeriksaan lanjutan diperlukan. Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada bagian tubuh yang tampak mengalami luka.